MENANAM SEMI-HIDROPONIK DENGAN BOTOL BEKAS, YUK ....

MENANAM HIDROPONIK DENGAN BOTOL BEKAS, YUK ....

Rabu, 13 Desember 2023 silam, setelah pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) Kelas 3 dan 6 serta Sumatif Akhir Semester (SAS) Kelas 1, 2, 4, dan 5 selesai, saya mengajak peserta didik kelas 5 dan 6 untuk memanfaatkan jeda kegiatan tersebut dengan bersama-sama praktik menanam hidroponik dengan botol bekas dimana yang akan ditanam yaitu cabai dan tomat. Persiapan pengumpulan botol bekas sendiri sudah saya infokan di kisaran pertengahan bulan November. 

Mirip dengan proyek Ecobrick yang pernah saya lakukan sebelum Pandemi Covid-19 (liputannya bisa dilihat DI SINI).

Menurut Fakultas Pertanian Universitas Medan Area, hidroponik sebenarnya berasal dari bahasa Yunani, dimana kata hidroponik terbagi menjadi dua suku kata, yakni “hidros” dan “ponos” . Hidros (hydro dalam bahasa inggris) artinya air, sedangkan Ponos (ponic dalam bahasa inggris) artinya mengerjakan. Jadi secara istilah bahasa, hidroponik adalah metode bercocok tanam dengan menggunakan air sebagai medianya.

Jadi yang membedakan metode bercocok tanam hidroponik dengan bercocok tanam konvensional adalah pada media bercocok tanamnya. Pada hidroponik kita menggunakan media air, sedangkan pada metode konvensional kita menggunakan tanah. Sehingga bisa dibilang termasuk kedalam inovasi perkembangan teknik bercocok tanam yang modern.

Bila merujuk pada pengertian di atas, praktik menanam yang kami lakukan sebenarnya kurang tepat disebut hidroponik karena masih menggunakan unsur tanah. Karenanya, saya menyebutnya semi-hidroponik lebih sebagai sebuah proses pengenalan sekaligus pembelajaran bagi peserta didik.

Secara umum, prosesnya terbagi menjadi tiga tahap:
1. Persiapan
Dalam fase ini, peserta didik menyiapkan botol bekas AMDK alias Air Minum Dalam Kemasan berukuran 1,5 liter. Bisa juga menggunakan botol bekas minyak goreng atau sejenisnya. Sebenarnya target saya peserta didik menyiapkan dua botol agar yang satunya nanti bisa dipraktikkan di rumah untuk kegiatan liburan produktif. Tapi karena faktor teknis maka yang dibawa ke sekolah hanya satu botol.

MENANAM SEMI-HIDROPONIK DENGAN BOTOL BEKAS, YUK ....

MENANAM SEMI-HIDROPONIK DENGAN BOTOL BEKAS, YUK ....

2. Pelaksanaan
Dalam fase ini, yang dilakukan antara lain:
  • Menyemai bibit langsung dari buah segarnya dengan mengupas, memasukkan biji-bijinya ke botol kecil yang berisi air dimana biji yang terapung dibuang sedangkan biji yang tenggelanm dipisahkan, dijemur di bawah terik matahari langsung dan nantinya akan ditanam.
  • Memotong botol menjadi dua bagian dengan bagian bawah botol akan menjadi tempat penampungan air sedangkan bagian atas botol akan diisi media tanam. Bagian atas botol akan dipasang secara terbalik dengan tutup botolnya berada di bawah dimana pada tengah tutupnya telah dilobangi dan dipasang kain bekas berukuran panjang 20 cm dan lebar 2 cm. Kain ini akan berfungsi sebagai jalur air dari penampungan ke media tanam dengan mengadopsi teori Kapilaritas yang dipergunakan pada kompor minyak tanah dimana minyak tanah naik melalui sumbu kompor. 
  • Mixing atau mencampur media tanam yaitu tanah dan kompos dari kohe kambing.
  • Menanam biji pada media tanam yang telah disediakan.
  • Setelah penanaman selesai, botol dimasukkan ke ruang kelas pada tepi jendela kelas.

3. Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dimaksud yaitu memastikan agar biji yang telah ditanam bebas dari rumput liar dan sejenisnya. Karena akan libur semesteran dari tanggal 18 Desember 2023 dan masuk kembali tanggal 2 Januari 2024, proses pemeliharaan dilakukan oleh guru.

Dan pada hari Kamis, 28 Desember 2023 atau sekitar 15 hari sejak penanaman, pada saat saya bertugas piket, berikut penampakan tanaman-tanaman tersebut

MENANAM SEMI-HIDROPONIK DENGAN BOTOL BEKAS, YUK ....

MENANAM SEMI-HIDROPONIK DENGAN BOTOL BEKAS, YUK ....

MENANAM SEMI-HIDROPONIK DENGAN BOTOL BEKAS, YUK ....

Alhamdulillah, telah tumbuh tunas-tunas baru.

Semoga tunasnya semakin banyak, semakin subur, dan kelak siap dipindahkan ke tempat penanaman yang lebih besar. Aaamiiin.

Eh, sudah tahu, 'kan: mengapa tunas yang tumbuh pada bibit cabai dan tomat mengarah ke arah jendela atau ke arah datangnya cahaya matahari?

Optimis Lebih Manis, Bersyukur Tambah Makmur

Salam Luar Biasa!

#SDN01Tenogo #TamanBelajar #ProyekAsyik #BotolBekas #CerdasBerkarakter #DaurUlang #ReduceReuseRecycle

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Terima kasih telah berkenan berkunjung dan meninggalkan jejak komentar

    Next previous home