MINI EKSPEDISI BEDAGUNG: REUNI SIJAHA DAN “BULUPITU TEA”

Rintik gerimis perlahan turun membasahi bumi kala Selasa senja, 12 Mei 2020 bertepatan dengan 19 Ramadhan, kami bergerak meninggalkan Dukuh Sijaha Desa Bedagung Kecamatan Paninggaran, Kab Pekalongan , sekitar pukul 17.36 WIB. Dua paket sembako plus hand sanitizer dan masker kain, dari penggalangan dana Ambon Jek Paninggaran plus sumbangan donatur, untuk dua anak yatim di dukuh tersebut menutup misi kami hari itu: Distribusi Donasi Tahap 2. Sebelumnya, 6 paket sudah terlebih dahulu sampai:: 2 paket di Desa Krandegan, dan masing-masing 1 paket di Desa Lumeneng, Tenogo, Lambanggelun, dan Bedagung.

Akhirnya, kami berempat: saya, Dyat Rastafara, Riyan Shirin, dan Ustad Abdilah berbuka puasa di Posko Penanganan Covid-19 Desa Bedagung, tepat di pertigaan plus pintu gerbang masuk desa. Di Ramadhan tahun ini, inilah kali pertama saya berbuka puasa di luar rumah. Solat Magrib pun akhirnya kami laksanakan di Masjid Al-Barokah desa tersebut, yang tak jauh dari Balai Desa dan hanya berjarak beberapa belas meter dari SDN Bedagung. Menurut peta Google, masjid tersebut berjarak sekitar 9,9 km dari Kantor Kecamatan Paninggaran dan sekitar 20,7 km dari Alun-Alun Kajen Kabupaten Pekalongan.

Cukup lama sepertinya saya tidak berkunjung ke Desa Bedagung. Terakhir sepertinya pada momen Pilkada 2015 kala menunaikan tugas di Ppk Paninggaran untuk mengawal rapat pleno. Kalau Dukuh Sijaha, dua momen yang terekam dan saya abadikan di blog adalah Bakti Sosial pengecatan masjid bersama Dkr Paninggaran sekitar tahun 1999 dan kemping bersama alumni Mis Sawangan Paninggaran lulusan tahun 2000 pada Juli 2002 (liputannya bisa diihat DI SINI).

Oh ya: saat ini di Dukuh Sijaha telah berdiri SD Mini. Artinya: anak-anak dari Dukuh Sijaha tak perlu lagi menempuh perjalanan sekitar 4 km, yang kala itu masih jalan berkerikil dan berbatu dengan kepemilikan sepeda motor yang masih sangat-sangat terbatas. Pada pertengahan 2009, saya sempat berbincang dengan Kepala Desa Bedagung, yang saya tulis di blog saya dengan nama Pak Casdi (semoga tidak keliru) yang sangat mengimpikan adanya SD Mini. Menurut Beliau saat itu, SD Mini adalah solusi terbaik bagi anak-anak usia sekolah di Dukuh Sijaha dan sekitarnya. Karena keterbatasan akses, terkadang, mereka masuk SD dalam usia yang relatif lebih tinggi disamping mungkin sebagian orang tua belum tega melepas anak-anak mungil itu berjalan kaki ke SD di pusat desa.

Alhamdulillah, impian Beliau dan mungkin mayoritas warga Sijaha saat ini sudah terwujud.

Bagaimana dengan Dukuh Bulupitu? Sampai hari ini, sayangnya, saya belum berkesempatan mengunjungi dukuh tersebut. Justru produk berlabel Bulupitu telah lebih dulu saya kenal yaitu “Bulupitu Tea, Teh Bedagung Cap Cangkir” yang saya temukan di stand Kecamatan Paninggaran pada ajang Pekan Raya Kajen 2017 (dulu lebih populer dengan nama even Kajen Expo). Semoga produk tersebut masih eksis sampai sekarang.

Oh ya, kembali ke distribusi donasi untuk anak yatim, dokumentasi videonya dapat dilihat di sini: https://youtu.be/GHLC1zjGBuI sedangkan laporan detilnya bisa dilihat di fanspage Ambon Jek . Donasi Tahap 3 Insya Allah akan didistribusikan pada Hari Jum’at, 22 Mei 2020/29 Ramadhan 1441. Yang berminat untuk turut menitipkan sedekah untuk anak yatim, baik berupa uang maupun paket sembako, silahkan hubungi langsung Ambon Jek di WA 085331963887. Dengan saya di WA 085200180842 juga bisa.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh keikhlasan untuk meraih kemenangan

Salam Optimis Manis dari kami teriring doa tiada henti semoga Allah yang Maha Pemurah senantiasa melindungi kita semua serta melimpahkan rizki yang halal dan berkah untuk kita semua. Aaamiiin 🙏🙏🙏

Salam Ramadhan Ceria!

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Terima kasih telah berkenan berkunjung dan meninggalkan jejak komentar

    Next previous home