JANGAN BAPERAN.....

"Jangan baperan.....", kata teman saya. "Kalau baperan, maka setiap melihat tulisan atau status orang lain di medsos, kamu akan merasa bahwa tulisan itu ditujukan untukmu. Nyindir kamu. Efeknya, kamu akan memikirkannya sampai lupa nyicil setoran. Ujung-ujungnya kamu akan terdorong untuk membalas dengan membuat postingan yang menurut kamu lebih makjleb. Lama-lama kamu bisa kena sakit hati online. Habis waktu dan energimu hanya untuk membolak-balik postingan orang lain. Hanya untuk memikirkan omongan orang lain. Padahal belum tentu omongan orang lain itu ditujukan ke kamu. Sadarlah sebelum kena stadium IV: opname online".
.

Saya rasa teman saya benar. Paling tidak sampai sore ini saat saya berkendara di belakang sebuah truk. Menurut saya, kita cenderung setuju dengan tulisan yang tertera kala sesuai dengan suasana hati kita untuk kemudian secara diam-diam berbisik lirih: "iya, memang benar". Tapi saat kita kurang atau tidak sepakat? Paling mungkin kita menggerutu di hati: "pretttt....." Perjalanan pun bisa menjadi sangat tidak nyaman apalagi bila situasinya padat merayap yang membuat kita bolak-balik menatap tulisan yang sama tanpa daya. Hal yang kurang lebih sama juga berlaku di dunia online.
.
He....he..... Jangan baperan ya? Termasuk dengan tulisan saya kali ini. Karena saya lebih menikmati proses kreatifitas para pembuat tulisan-tulisan itu. Tidak lebih.

Salam Literasi!
.
Optimis Tanpa Koma, Bersyukur Tanpa Jeda.

#TebarSemangatKebaikan
#JanganTundaBerbuatBaik
#OptimisLebihManis
#BersyukurTambahMakmur

Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Terima kasih telah berkenan berkunjung dan meninggalkan jejak komentar

    Next previous home