SLAYER EMAK


Jauh sebelum Pandemi Covid-19, sejak mulai mengendarai sepeda motor ke luar kota, saya sudah terbiasa bermasker. Kala itu, maskernya multifungsi: ya masker ya ikat kepala alias slayer.

Salah satu slayer legendaris punya saya adalah pemberian Ibu atau biasa saya panggil Emak. Slayer tersebut adalah kerudung yang biasa Emak pakai untuk pelapis mukena kala solat.



Tak terhitung berapa kali punya slayer pengganti, baik membeli maupun gratisan dari kepanitiaan kegiatan, slayer Emak tersebut belum tergantikan sebagai slayer favorit kala berkendara. 

Warnanya sudah mulai memudar. Di sana sini juga sudah mulai "mbrudul". Tapi soal kenyamanan masih kelas wahid 🥺. 



Mungkin lebih karena ada ikatan batin di slayer tersebut. Kasih sayang Emang tak cuma sepanjang masa, tapi juga sepanjang jalan raya 🥰

Slayer tersebut pula yang Senin kemarin (21/22) menemani saya melintas kali pertama di jalur baru alias Ring Road Sibelis Paninggaran setelah mengikuti pertemuan rutin bulanan Pengurus KKG PAI Kabupaten Pekalongan
 .
Tulisan ini didedikasikan untuk Emakku dan Emak-Emak lainnya di manapun berada. Simpuh hormat untukmu 💖💖💖

22 Desember 2020
Bakda Zuhur


Artikel Terkait



  • Digg
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Terima kasih telah berkenan berkunjung dan meninggalkan jejak komentar

    Next previous home